Tampilkan postingan dengan label gambar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label gambar. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Maret 2012

"Dukungan Saya Untuk Zaini-Muzakkir Bukan Untuk Kepentingan Pilpres 2014"


BANDA ACEH – Mantan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Iskanda Muda Mayjen TNI (Purn) Djalil Yusuf yang memberikan dukungan terhadap Zaini Abdullah-Muzakir Manaf mengatakan dirinya memberikan dukungan itu tidak untuk adanya kepentingan pemilihan presiden tahun 2014 mendatang serta juag bukan untuk mendapatkan jabatan nantinya jika pasangan Zaini-Muzakkir terpilih.

Hal itu disampaikannya kepada wartawan, Senin, 27 Februari sore di Kantor Pusat Partai Aceh, Lamteumen, Banda Aceh.

“Itu tidak ada, saya tidak ada kepentingan untuk itu. Kami hanya berpikir untuk kemajuan Aceh saja,” katanya.

Sementara itu soal kemungkinan mendapatkan jabatan, Djalil menegaskan, dirinya tidak memerlukan jabatan jika nantinya Zaini-Muzakir terpilh sebagai Kepala Pemerintah Aceh.

“Team Work yang sudah dibangun sekarang, otomatis akan mejadi team work yang akan datang,” katanya.

“Saya tidak perlu jabatan, tapi kalau untuk menjadi team work untuk membangun Aceh itu pasti,” ujarnya.

Selain itu Djalil yusuf menegaskan, dirinya mendukung Partai Aceh dikarenakan keinginan dirinya sendiri, bukan ajakan dari Partai Aceh maupun dari pihak lainnya. []

Malik Mahmud dan Zaini Abdullah Bertemu Rektor IAIN Ar-Raniry


KBANDA ACEH – Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud al Haytar dan kandidat Calon Gubernur Aceh dari Partai Aceh (PA) bersilaturrahmi ke kampus IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, Selasa 6 Maret 2012. Acara itu difasilitasi oleh Barisan Intelektual Muda (BIM) Aceh.

Rombongan yang terdiri dari mantan petinggi GAM dan sejumlah petinggi PA itu tiba di tempat acara pada pukul 14.30 WIB. Mereka disambut langsung oleh Rektor IAIN Ar Raniry Banda Aceh, Prof. Farid Wajdi Ibrahim.

Di ruang aula Pasca Sarjana IAIN Ar Raniry, tempat berlangsungnya acara, sejumlah pimpinan rekrorat dan dekanan IAIN telah menunggu. Dalam kesempatan itu, Prof. Farid Wajdi Ibrahim memperkenalkan satu persatu para pimpinan IAIN Ar Raniry Banda Aceh, yang terdiri dari pembantu rektor, kepala
biro dan para dekan fakultas.

Dalam pengantarnya, Farid menyampaikan beberapa hal terkait sejarah berdirinya IAIN Ar-Raniry Banda Aceh. Menurutnya, berdiri IAIN merupakan bagian panjang dari sejarah perjuangan orang Aceh sejak DI/TII. "Artinya kampus ini juga hasil perjuangan yang didirikan dengan darah ureueng Aceh," ujarnya.

Ia juga menjelaskan peran mahasiswa IAIN Ar Raniry dalam perjuangan pencabutan DOM. Katanya,  70 persen mahasiwa IAIN berasal dari kampung-kampung di Aceh yang terkena imbas konflik.

Pada acara yang berlangsung dalam suasana santai itu, Farid juga juga memberitahukan bahwa nantinya, ketika pembangunan kampus sudah selesai, IAIN Ar Raniry Banda Aceh akan menjadi kampus termegah se-Sumatra.

Seperti yang diketahui, kampus IAIN Ar Raniry Banda Aceh saat sedang dalam masa pembangunan ulang. Selain itu, sedang diupayakan pengubahan status dari institute ke universitas. “Kita telah mempersiapkan berkas-berkasnya, Kamis nanti akan kita bawa ke Jakarta,” kata Farid.

Usai menyampaikan sambutan, Farid mempersilahkan Zaini Abdullah untuk menyampaikan sambutan. “Saya merasa terharu dan bangga mendengar kabar bahwa nantinya kompleks IAIN akan menjadi universitas termegah se-Sumatra,” kata Zaini.

Di hadapan para akademisi IAIN, Zaini juga menceritakan kembali tentang sejarah perjuangan orang Aceh dan sejarah dirinya bergabung bersama GAM.  Menurutnya, orang Aceh harus terus mengingat sejarahnya.

“Manusia yang hidup tanpa sejarah adalah manusia-manusia yang telah mati sebelum mati. Dia tidak tahu masa lalu, hingga tidak bisa berjalan ke masa depan.”

Malik Mahmud dalam sambutannya menyinggung soal kondisi ekonomi Aceh yang menurutnya masih seperti 50 tahun lalu. Itu sebabnya, ia mengajak para intelektual untuk bersama-sama memikirkan kemajuan Aceh ke depan.

Menurut Malik Mahmud, Aceh sebenarnya memiliki sumber daya yang sangat besar untuk mencapai kemajuan. Jika bisa dikelola dengan baik, Aceh  bisa lebih maju dari Singapore.

Acara silaturrahmi itu berlangsung selama dua jam. Usai acara, para pimpinan IAIN Ar Raniry melakukan foto bersama dengan Malik Mahmud dan Zaini Abdullah.[]

Senin, 05 Maret 2012

KUTACANE

Photobucket
PhotobucketPhotobucketPhotobucketPhotobucket

KUTACANE - Sepasang kuda telah menunggu di Simpang Kelapa Gading, Kutacane, Rabu 29 Februari 2012. Selesai memberi kuliah umum di Universitas Gunung Leuser, Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf menuju rumah Jarwansyah, tokoh masyarakat Aceh Tenggara.

Sekitar 200 meter sebelum rumah tujuan, Zaini dan Muzakir harus turun dari kendaraan dan menaiki kuda, lengkap dengan baju kebesaran adat Alas.

Diiring...i pengamanan polisi, dan Satgas Partai Aceh, bersama masyarkat setempat pasangan Zaini-Muzakir menuju ke rumah Jarwansyah, di Desa Bambel Gabungan. Di sana, sejumlah tokoh masyarakat dan ratusan simpatisan PA juga telah menunggu.

Menurut Jarwansyah, tradisi penjemputan tamu dengan kuda tersebut adalah sebagai pertanda penyambutan tamu kehormatan masyarakat Alas. Di rumah Jarwansyah, Zikir dipeusijuek oleh tokoh masyarakat, tetua adat Alas, dan ulama.